KOMPETENSI, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA PADA DINAS KEBUDAYAAN DAN KEPARAWISATAAN

Rendra Anggoro, Basri Rizak, Andi Jam’an

Sari


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi, dan motivasi, terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara pada Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan dan mengetahui pengaruh kompetensi, dan motivasi, terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara pada Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan berlokasi di Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan. Populasi penelitian ini  seluruh Aparatur Sipil Negara pada Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan yang berjumlah 143 orang. Sampel sebanyak 59 orang yang ditarik dengan teknik simple random sampling, data dikumpulkan dengan menggunakan survey, angket kuesioner, dokumentasi. Data dari hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik infrensial yang digunakan adalah regresi linier berganda.

      Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Kompetensi  tidak signifikan terhadap kinerja dengan p value = 0.353 > 0.05  dengan nilai koefisien sebesar -0,151, koefisien ini menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki pegawai tidak meningkatkan kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan. (2) Motivasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja dengan p value = 0.002 < 0.05  dengan nilai koefisien sebesar sebesar 0,597, koefisien ini menunjukkan bahwa semakin baik motivasi kerja pegawai di Dinas Kebudayaan dan Keparawisataan Provinsi Sulawesi Selatan maka kinerja akan semakin baik pula.

 

Kata-kata Kunci : Kompetensi, Motivasi dan Kinerja.

 

 

 

ABSTRACT

 

This study aimed to determine the description of competence, and motivation, on the performance of civil of civil servants in the department of Culture and Tourism Office of South Sulawesi Province and to know the influence of competence, and motivation on civil servants’ performance in the department of Culture and Tourism South Sulawesi Province. This type of research was quantitative and located in Culture and Tourism Departement of South Sulawesi Province. The population of this study was the entire State Civil Apoparatus on Culture and Tourism Office of South Sulawesi Province, there were 143 people. A sample of 59 people drawn by simple random sampling technique, data collected by using survey, questionnaire and documentation. Data from the result of the research were analysed by descriptive statistic analysis technique and the statistical analysis of infraction used was multiple linear regression.

The results of this study indicated that, (1) Competence was not significant on civil servants’ performance with p value = 0.353 > 0.05 with coefficient of -0.151, this coefficient indicated that the competence of employees did not improve the employees’ performance at the Departement of Culture and Tourism of South Sulawesi Province. (2) Motivation had a significant positive effect on work motivation with p value = 0.002 < 0.05 with coefficient value of 0.597, this coefficient indicated that the better motivation on working of employees in the Departement of Culture and Tourism of South Sulawesi Province then the performance was as well.

 

Key Words : Competence, Motivation and Performance.

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arikunto, Suharsismi (1998). Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevaliditasan suatu instrument.

Arikunto, Suharsimi (2010). Sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

Ghozali, (2005). Bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear variabel terkait dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.

Gujarati, (1995). Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinier dapat dideteksi dengan : Melihat nilai Variance Inflating Factor (VIF), bila nilai VIF disekitar angka 1 maka tidak terjadi gejalah multikoliner atau dengan melihat nilai korelasi antara variabel independen.

Hasibuan Malayu S. P. (1999). Organisasi dan Motivasi. Cetakan ke-2, Jakarta: Bumi Aksara.

Juwita, J. (2018). PENGARUH INSENTIF, PENEMPATAN DALAM JOB DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI PADA PT. BOSOWA UTAMA CORPORATION DI MAKASSAR). SEIKO: Journal of Management & Business, 1(2), 168-175.

Larasati, Sindi. Gilang, Alini. (2014). Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan telkom wilyah jawa barat (wilayah telkom bekasi).

Mangkunegara (2006). Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya yang diberikan kepadanya.

Setiawati, Tati. (2010). Pengaruh kompetensi kerja terhadap kinerja dosen (studi kasus di FPTK UPI).

Spencer and Attorneys, Spencer, (1993). Competence at Work. New York: John Wiley & Sons Inc.

Sugiono (2002). Jenis Data Kuantitatif. Karena berusaha mendapatkan data yang objektif, valid, realiabel dengan menggunakan data yang berbentuk angka atau kualitatif yang diangkakan.

Umar, (2007). Untuk menentukan besarnya sampel apabila subjek kurang dari 100, maka sampel yang diambil adalah semuanya, namun apabila populasi penelitian berjumlah lebilh dari 100 maka sampel dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih dari ukuran populasi. Maka jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus slovin.


Article Metrics

Sari view : 158 times
PDF - 12 times

DOI: https://doi.org/10.2568/yum.v1i3.261

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Web
Analytics Made Easy - StatCounter