Peran Motivasi Kerja Sebagai Mediasi Pengaruh Kompetensi Individu dan Keadilan Organisasi Terhadap Kinerja Guru Pada SMP Negeri Di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat

Stefanus Galar, Gunawan Gunawan, Yusrab Ardianto Sabban

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi individu dan keadilan organisasi terhadap kinerja guru dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 106 guru SMP Negeri di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi individu dan keadilan organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja guru. Selain itu, motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Pengujian efek mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja mampu memediasi secara signifikan pengaruh kompetensi individu dan keadilan organisasi terhadap kinerja guru, meskipun bersifat parsial. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individu dan keadilan organisasi secara langsung, tetapi juga diperkuat melalui peningkatan motivasi kerja. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pendidikan perlu dilakukan melalui pengembangan kompetensi guru, penerapan keadilan organisasi yang baik, serta penguatan motivasi kerja secara berkelanjutan.

Teks Lengkap:

DOWNLOAD PDF

Referensi


Afandi, P. (2021). Manajemen sumber daya manusia. Zanafa Publishing.

Al-Zu’bi, H. A. (2010). A study of relationship between organizational justice and job satisfaction. International Journal of Business and Management, 5(12), 102–109.

Bangun, W. (2012). Manajemen sumber daya manusia. Erlangga.

Cascio, W. F. (2013). Managing human resources (9th ed.). McGraw-Hill.

Colquitt, J. A., LePine, J. A., & Wesson, M. J. (2009). Organizational behavior: Improving performance and commitment in the workplace. McGraw-Hill.

Greenberg, J., & Baron, R. A. (2003). Behavior in organizations. Prentice Hall.

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.

Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.

Hersey, P., & Blanchard, K. H. (2011). Management of organizational behavior. Prentice Hall.

Kasmir. (2019). Manajemen sumber daya manusia (Teori dan praktik). Rajagrafindo Persada.

Kreitner, R., & Kinicki, A. (2014). Organizational behavior. McGraw-Hill.

Mangkunegara, A. A. A. P. (2017). Manajemen sumber daya manusia perusahaan. PT Remaja Rosdakarya.

Maslow, A. H. (2013). A theory of human motivation. Martino Publishing.

Mowday, R. T., Porter, L. W., & Steers, R. M. (2011). Employee–organization linkages. Academic Press.

Rivai, V., & Sagala, E. J. (2009). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan. Rajagrafindo Persada.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2019). Organizational behavior (18th ed.). Pearson Education.

Sedarmayanti. (2017). Manajemen sumber daya manusia. Refika Aditama.

Siagian, S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.

Sutrisno, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Kencana.

Wibowo. (2017). Manajemen kinerja (5th ed.). Rajagrafindo Persada.`




DOI: https://doi.org/10.37531/bijac.v7i1.11934

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional
Web Analytics View My Stats
Alamat Penerbit / Pengelola : Jl. Meranti Raya No.1, Pandang, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90231, Indonesia