Transformasi Etika Bisnis Menjadi Keunggulan Kompetitif pada Industri Klinik Kecantikan di Tengah Fenomena Perang Harga
Sari
Industri estetika saat ini menghadapi tantangan akibat maraknya strategi perang diskon ekstrem dan perang tarif yang berisiko menurunkan standar kualitas layanan serta mengabaikan protokol keamanan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis bagaimana penerapan etika bisnis dapat bertransformasi menjadi sumber keunggulan kompetitif yang strategis bagi klinik kecantikan, khususnya di tengah fenomena persaingan harga yang kian agresif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi analitis. Data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam (in depth interview) yang melibatkan manajemen klinik, dokter spesialis, perawat, serta pasien sebagai pengguna layanan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan nilai-nilai etika yang mencakup transparansi struktur harga, pemberian edukasi pasien secara jujur tanpa unsur manipulatif serta komitmen penuh terhadap integritas medis terbukti mampu membangun basis kepercayaan konsumen yang kuat. Kepercayaan ini membentuk loyalitas pelanggan yang bersifat tidak sensitif terhadap harga (price-insensitive). Keunggulan kompetitif berbasis pada etika bisnis memberikan fondasi keberlanjutan usaha jangka panjang membuktikan bahwa nilai moral dan kualitas pelayanan yang berintegritas merupakan aset tak berwujud (intangible asset) yang jauh lebih efektif dibandingkan strategi pemotongan harga sesaat.
In the modern area , the aesthetic industry faces significant challenges as many bussiness actors become trapped in strategies involving substantial discounts and tariff wars. These practice often result in negative consequences, including a decline in service quality standard and the neglect of medical safety protocols in an effort to reduce operational cost. The research employs a qualitative approach using an analytical - descriptive method. Primary data were obtained through in-depth intervieuw involving various stakeholders, including clinic owner and management, specialist physicians and patients as service users. The findings reveal that the application of ethical values - encompassing price structure transparency, honest and non - manipulative patient education, and full commitment to medical integrity- is proven to build a strong foundation of customer trust. The conclusion drawn is that a competitive advantage strategy based on business ethics provide a foundation for long term business sustainability.
Teks Lengkap:
PDFReferensi
American Marketing Association. (2023). Consumer trust and ethical marketing. https://www.ama.org
Barney, J. B. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120. https://doi.org/10.1177/014920639101700108
Barney, J. B., & Hesterly, W. S. (2021). Strategic management and competitive advantage: Concepts and cases (6th ed.). Pearson. https://www.pearson.com/en-ca/subject-catalog/p/strategic-management-and-competitive-advantage-concepts-and-cases/P200000005821/9780135838914
Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2025). Laporan pengawasan kosmetik tahun 2025. https://www.pom.go.id
Bertens, K. (2013). Pengantar etika bisnis. Kanisius.
Hasibuan, A., & Nawawi, R. (2024). Business ethics and customer loyalty.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications. https://us.sagepub.com/en-us/nam/qualitative-data-analysis/book246128
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
Safitri, D. (2025). Ethical communication and corporate reputation.
Sikki, N. (2024). Etika bisnis estetika: Transformasi reputasi menjadi keunggulan kompetitif di pasar medis. Jurnal Manajemen Strategik Indonesia, 12(2), 145–159.
Swaen, V., & Chumpitaz, R. C. (2008). Impact of corporate social responsibility on consumer trust. Recherche et Applications en Marketing, 23(4), 7–34. https://doi.org/10.1177/205157070802300402
World Health Organization. (2024). Quality of care. https://www.who.int/health-topics/quality-of-care
DOI: https://doi.org/10.37531/bijac.v7i2.12258
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional

